Kamis, 17 Desember 2015

Bandung, September 2015

Apa kabar Bandung?, seperti itu kalimat pertama aku ketika keluar dari kereta api Jakarta-Bandung. Berapa tahun sudah aku beranjak meninggalkan kota ini? Mungkin sekitar empat tahun..

Aku tidak tahu apakah kalian percaya pada yang namanya kebetulan.. Tapi sang waktu yang menghantarkan aku ke Bandung adalah juga kebetulan bagiku. Tanpa sadar, empat tahun yang lalu aku ketika aku meninggalkan bandung, aku sempat menulis sebuah catatan kecil di buku diary ku bahwa aku bisa merasakan suasana bandung empat tahun mendatang.. Terlepas dari ini adalah kebetulan yang diciptakan atau ini adalah kebetulan yang memang sudah begini adanya.

Kenapa harus menyebutnya kembali? Kenapa Bandung dari sekian banyak kota yang pernah dikunjungi? Well, I'm not sure..

Sesampai di Bandung, uni sudah menungguku. Bandung bukan kota yang asing untuk ku meskipun aku tidak begitu hafal jalan.. Banyak hal yang berubah.. Yaa, waktu mungkin membuat segalanya terasa berbeda.. Atau mungkin ia akan menunjukan kamu yang sebenarnya.. Percaya padaku ketika aku mengatakan, "Sebuah tempat tidak akan memberikanmu hal yang sama untuk kamu bawa pulang.." Meskipun kamu bersama orang yang sama sekalipun, ceritanya dan suasananya pasti tidak akan sama..

Kami mengunjungi ITB, jajanan kesukaanku berjejer.. Setelahnya kami menuju Lembang de ranch.. Berkuda adalah hal yang menyenangkan.. Perjalananku kali ini adalah untuk mencoba segala hal yang baru.. Seusainya, kami pun berkunjung ke sanggar seni Barboovie. Sanggar seni dimana semua awal cerita ini dimulai.. Kami memang tinggal sejarah disini.. Banyak foto dan pernak pernik yang jika disentuh akan membawamu kembali ke masa kejayaan.. Tapi seperti itulah.. Seperti panggung itu.. Ramai tersorot ketika acara, seperti itulah kami ada disana. Kami hanya bagian dari proses.. Batu setapak yang akan dikenang dan diam di belakang (mungkin..)

Tidak perlu bersedih karena perpisahan, karena perpisahan bukanlah hal yang buruk.. Ia akan membawamu kembali kepada pertemuan.. Seperti itulah siklusnya.. Sesuatu akan berakhir meskipun kamu tidak menginginkannya. Perasaan itu.. Hmmm.. Biarlah dia bersemanyan dihati.. Sedih memang, tapi suka tidak suka semuanya itu hanyalah nostalgia.. Dan kita tidak lagi mungkin menghidupkannya.. Sebaiknya, mari berjalan terus.. Seperti itulah kehidupan.. Kita tidak akan pernah siap dengan sesuatu sampai dengan keadaan yang "memaksa" kita.. Sekali lagi, tidak ada makhluk yang suka dengan perpisahan..

Usai dari sanggar barboovie yang beralamat di jalan Banda no.16 itu, aku menunggu temen lama. Seberapa dekat aku dengan dia tidak pernah aku mengiranya dulu. Aneh memang tapi hidup itu memang ajaib. Dia selalu punya caranya menghantarkan kita kepada kebetulan kebetulan yang ajaib, di jalannya sendiri..

Tidak pernah menyangka sejak saat ini dia menjadi tempat aku bercerita banyaakk tanpa bisa berhenti, tanpa paksaan.. Aku pun nga mengerti kenapa..

Perjalanan ke Bandung untuk ku rasanya aneh kali ini.. Aku juga bertemu dengan teman baru, aku ditemani menjelajahi bandung selatan di daerah kawah putih.. Takut? Nga.. Aku selalu percaya kalau kita tidak jahat, pasti kejahatan itu jauh dari kita.. Yang ada malah aneh. Baru kenal tapi terlalu baik, itu agak aneh nurut aku.. Tapi tetap doa yang diperbanyak, nga boleh terlalu berprasangka negative. Karena disaat seperti ini, otak pasti akan meracuni diri dengan banyak hal negative. Untuk itu kita perlu mengontrolnya. Rule your though or it will rude you. Aku termasuk orang yang suka phobia dengan orang asing yang terlalu amat baik.. Atau juga pada seseorang yang terlalu amat sangat baik.. Alasannya simpel. Kalau untuk orang yang baru dikenal, yaa umumnya kalian pasti juga merasakannya kan.. Itu wajar aja sih karena sedari bocah ibu kita pasti akan menanamkan bahwa orang asing itu berbahaya.. Stranger is danger. Kita akan bergelut dengan insting kita dan semua pesan yang telah tertanam itu.. Lalu bagaimana dengan teman yang terlalu baik? Aku takut.. Ya takut aja kalau aku malah akan tidak menjadi mandiri, bergantung ke dia.. Aku nga suka itu terjadi. Karena kalau nanti pisah bakalan ngerasa ada yang kurang.. hahaha..

Tebing keraton adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi.. Kamu tau kenapa? Subrisenya kereeennnnnn bangeeettt!! Beruntung aku ketemu temen untuk ke sana.. Eh, aku juga nemu temen baru nih waktu perjalanan kesini.. Dia tuh ternyata pernah tinggal di Medan juga waktu kecil.. See? Kebetulan lagi kan.. Uhm, entahlah.. Tapi aku rasa semuanya itu adalah hal yang luar biasa.. Perjalanan aku di Bandung yang sempat pulangnya di cancel karena lapangan penerbangan tutup ternyata membawa banyak pelajaran..

Aku sempat bertanya dan salah paham atau mungkin memandang aneh sesuatu hal, tapi sekarang aku mengerti bahwa aku pernah salah karena menjudge sesuatu.. Hmm.. thanks teman-teman Bandung.. Kalian seperti Bandung.. Terlalu nyaman.. Bahaya! Hahaha.. Love you..

Well, kayaknya next trip aku bakalan nge-wishlist Ubud.. Let's see apakah ini bakalan kewujud..#semoga ya dan amin.. 😇😄