Rabu, 03 Desember 2014

CERPEN; Kopi Hitam Untuk Peri Hujan

Hidup itu seperti selalu penuh kejutan jika kita berhenti mengharapkan sesuatu. Aku percaya sesuatu terjadi pasti karena ada alasan dibaliknya.. Meskipun yang tau itu hanya yang di atas..
"Hallo", aku diam terbata saat mendengar suara yang sudah lama tak ku dengar.. Aneh memang, aku tak tau kenapa tiba-tiba nomornya tertekan. Dari sekian banyak nomor yang ada di handphone ku KENAPA dia? Could you tell me why? Sekian detik, setelahnya mati dan sebuah pesan teks masuk.. Hmmm... Berawal dari telepon itu akhirnya sebuah perbincangan dimulai.. Aneh memang setelah sekian lama tidak bersua.. Setelah sekian lama tidak memperbincangkannya.. Setelah sekian lama ku endapkan dan terendap, kini malah dipertanyakan.. Rasa itu ada, hanya harapannya yang ku redupkan.. Buat apa berharap banyak jika kita masing-masing tau kalau itu berujung tak baik..?

Mungkin dia enggan utarakan rasa, sementara wanitanya juga mengharapkan prianya yang mengambil alih untuk mengutarakan.. Mereka terdampar ditengah-tengah realita saling terlalu tinggi untuk "jatuh" bersama.. Tidak seharusnya, tidak juga layak, tapi tidak bisa ku pungkiri.., begitu gurutu batin masing-masing..

Hujan mengguyur membuatnya semakin larut.. Bimbang tak tau harus bahagia atau malah bersedih..

3Des, wanita itu akan mencatatnya kembali dalam sejarah hidupnya.. Mereka kembali akrab dan memperbincangkan apa saja.. Dunia boleh berkata apa saja tapi di planet mereka, yang tau masing-masing pribadi adalah merek masing-masing..

Dalam hati berkata, untuk saat ini biarlah begini.. Tapi dalam batin juga terlintas rasa emosi karena endapan kopi itu harus terkacau lagi.. Gunung berapi seolah terbatuk..

Hidup ini misteri.. Mari biarkan ia menjadi kejutan di setiap esok hari.. Dan untuk dini hari ini, biarlah ku menikmati suguhan secangikr kopi hitam darimu ditengah dinginnya hujan.. Asapnya tidak terlalu menggepul tetapi cukup membuat jiwa terhenyak dengan aromanya.. Ada hangat diantara rintikan hujan.. Ada manis diantara pahitnya kopi..Ada kejernihan diantara hitamnya.. Ada yang bisa diseruput meski ampasnya kini sedang mengapung bertebaran diseluruh permukaan, tapi disanalah seninya.. Semoga kamu tertidur dengan aroma kopi yang sama seperti yang ku rasakan dini ini... Hangat diantara sejuk...


By : Peri Hujan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar